Selamat Tinggal Spotify Premium
Akhirnya saya yakin berhenti langganan Spotify Premium. Ada beberapa penyebab kenapa saya berhenti.
Pertama, ketika saya memakai Spotify, saya mengalami "Paradox of Choice". Bingung mau dengar lagu apa karena banyak pilihan, tapi ketika sudah memilih satu lagu, tidak ada rasa puas ketika dengerin lagunya. Akhirnya, satu lagu belum selesai sudah ganti ke lagu lain. Masalah ini tidak pernah saya alami ketika masih download lagu bajakan.
Kedua, sejak dengerin lagu hanya dari streaming, saya tidak pernah lagi hapal daftar lagu dalam sebuah album. Padahal dulu sampai hapal urutan lagunya. Atau minimal tahu lagunya ada di album mana.
Ketiga, tentu saja harga. Ketika tulisan ini dibuat, kalau patungan di seakun.id per bulannya 34ribu. Sementara Apple Music masih di 22ribu.
Terakhir, ini penyebab utamanya. Gara-gara video Youtube ini.
Saya yang awalnya cuma mau membuat cloud storage, jadi tahu Emby Server. Dengan ini, kita bisa membuat server ala-ala Spotify seperti gambar di bawah.
Untuk membuat seperti ini, modalnya pun tidak terlalu banyak. Rata-rata saya sudah punya.
Wi-Fi, saya sudah pasang. Ini penting kalau kita mau akses Emby dari mana saja.
Hardisk, saya ada hardisk bekas laptop. 300GB masih sisa banyak banget untuk lagu yang rata-rata cuma 10MB-an (kalau beli di iTunes).
STB openwrt, ini yang harus saya beli. Harganya 200ribuan.
Kabel LAN, untuk menghubungkan STB ke router Wi-Fi.
File lagu, dari hasil ripping koleksi CD-CD album dan beli di iTunes. Akhirnya koleksi saya bisa saya dengerin di mana pun.
Kalau kamu seperti saya yang lagunya itu lagi-itu lagi, pakai Emby worth it sih. Daripada langganan 34ribu cuma sebulan, mending beli CD album bisa selamanya (ketika ini ditulis, ada yang jual CD Noah bekas cuma 30ribu).
Oke itu saja, saya cuma mau berbagi tentang Emby Server ini. Kalau penasaran, silakan mencoba. Sekian.